Benih Terlarang Bos Brondongku
Sebuah pengakuan kecil yang tak terucap, bahwa hatinya memang masih memilih Devan, meski pikirannya terus memohon agar dia menjauh.
Di antara gelap malam dan sunyi cafe yang hampir mati lampunya, mereka terjebak dalam satu kenyataan pahit, bahwa cinta terkadang tak pernah bertanya apakah waktunya tepat. Dia hanya datang, memeluk erat, dan menolak pergi.
"Aku nggak sebaik yang kamu pikirkan, Devan. Jika kamu tahu apa yang sebenarnya, mungkin kamu benci banget sama aku."
Hot Chapters