A Modern Fairytale
Mungkin harusnya memang Maria marah dan memaki wanita ini dengan lantang, namun bagaimana lagi, ia sama-sama wanita, pun Maria sudah teramat lelah karena harus marah-marah berkepanjangan, dan itu bisa berdampak buruk untuk kandungannya, ia tak mau bayi diperutnya kenapa-kenapa.
“Gue tau lo suka sama dia, gue tau rasa suka lo lebih lama, mungkin udah ke taraf cinta,” ujar Maria lagi dengan nada suara yang tenang. Wanita pirang itu menggeleng. “Tapi bukan gini caranya, Sabina.”
Sabina menggeleng keras. “Lo nggak tau apapun, Mar.”
Maria mengangguk setuju. Ia mungkin tak tau banyak, namun ia tau sedikit, Maria pandai menempatkan diri pada sudut pandang orang lain.
Chapitres populaires