Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK
Menyesak di dalam dada.
“Alisya! Apa maksudmu ini? Kukira kau hanya merajuk sesaat, Sayang! Bila amarahmu reda kau akan kembali, begitu dugaanku, Sya! Kau yang begitu lembut, kau yang tak pernah marah, kau yang tak pernah merajuk. Kau yang begitu sabar, kau yang sanggup melakukan apa saja, demi aku, demi kita, demi cinta kita. Ternyata sekali kau marah, seperti ini kejadiannya? Marahmu ternyata begitu serius. Tapi, kenapa sampai menuntut cerai, Sayang! Tolong Alisya! Jangan lakukan ini padaku! Aku tidak sangg
up berpisah denganmu, Sayang! Alisya! Alisya! Alisyaaaaaa!”