Terpaksa Menjadi Istri Pengganti
“Biarin ajah! Lebih bagus, malah. Beda banget sama Suami loe, Mas Adam. Apa adanya dan tidak bermuka dua seperti dia.”
Aku menggeleng pelan, dengan ucapan Marta yang ceplas ceplos.
“Satria.. gue turut berduka cita, ya. Maaf, gue gak bisa datang ke rumah loe, waktu itu,” ucap Citra, sayup-sayup menyapa pendengaran. Kemudian, diikuti beberapa teman-teman mahasiswi dan mahasiswa yang lainnya.
Aku dan Marta pun melirik sekilas, cukup banyak teman sekelas kami yang masih perduli dan menyapa Satria.
Bab Populer