Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU BUKAN PEWARIS TAHTA?

AKU BUKAN PEWARIS TAHTA?

Dengan mata berawarna coklat hazel indah, membuat siapapun yang memandangnya pasti terpikat. Hari senin Anna kembali bekerja. Hari ini ia bertugas menjaga kedai coffe break yang juga satu stand dengan toko roti. Ini adalah kafe yang menyediakan aneka jenis roti dan kopi. Letaknya ada di sebelah toko roti dan masih satu pemilik. Kafe ini kerap didatangi berbagai kalangan karena terkenal ras dan variannya yang unik. Kafe ini tak pernah sepi pengunjung. Anna mengusap peluh sembari duduk di balik coffe stand. Hari ini sangat ramai sehingga membuatnya tak bisa istirahat meneguk air sekalipun. Ia yang belum sarapan mulai merasakan kel
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

mereka. “Yeah. Charged.” Lift rasanya lama banget. Sampai ding, pintu kebuka di lobby. “Coffee,” kata Mey cepat. “Coffee.” Di depan vending machine, bahkan pesen kopi pun berasa punya subtext. “Kamu mau apa?” tanya Rafael. “Just... black coffee.” Rafael masukin koin, pencet tombol. Dua cup jatuh, asap tipis naik.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Dadakan CEO

Pesona Istri Dadakan CEO

Al dan Clair telah pergi. Tinggallah Cal dengan rasa penatnya. Untuk mengusir semua itu, Cal pun memutuskan untuk mengunjungi WellCoffee. “Terima kasih,” ucapnya pada seorang pramusaji yang baru saja menaruh secangkir café con miel, varian kopi dibuat dari campuran espresso, madu, susu serta taburan kayu manis. Ketika jemari lentiknya hendak meraih gagang cangkir, lagi, Cal tersentak mendapati seorang pria duduk di hadapannya.
9.949.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 991 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Ucapku lirih. “Cafe Mafaza menyediakan berbagai menu. Menu andalan aneka macam kopi. robusta, torabika, cappuchino, americano. Promo beli 2 cup gratis 1. Ada banyak snack juga. French fries, roti bakar, pohong keju juga ada. Ada lalapan ayam krispi dan ayam bakar. Silahkan. Gak nyesel deh.”
1070.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Legenda Master Roh

Legenda Master Roh

Memang benar minuman hangat dapat membuat orang merasa tenang, apalagi minuman itu adalah cofi yang sangat enak. "Ini Lin qi minumannya." Lu nie mengarahkan satu cangkir cofi kearah Lin qi. Menyikapi hal itu Lin qi pun berkata. "Terimakasih ya aku tidak menyangka bahwa kau mau membelikanku minuman." Dia pun meminum cofi yang masih hangat dengan perlahan.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 492 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Let's Play With Me

Let's Play With Me

Beatrice yang menyadari ada cafe, langsung menepi ke bahu jalan tepat di depan cafe itu. "Biar aku saja yang turun," kata Cora mencegah Ny. Beatrice yang hendak turun dari mobilnya. “Kau mau kopi juga?” "Americano Ice saja." "Baiklah.” Cora langsung turun dari mobil dan masuk ke cafe. “Hai, Cora! Kau kembali rupanya. Mau coba capuchino?” sapa barista, sekaligus menawarkan menu favorit di cafe ini.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Istri Buruk Rupa

Istri Buruk Rupa

tanya bu RT. “Of course, that’s would be nice,” ucap Maharani seraya tersenyum. “Ada stand coffee di kantin kantor, cukup enak,” lanjut Maharani. Bu RT dan Maharani terlihat duduk di kantin, mereka menikmati secangkir kopi yang merupakan minuman yang begitu disukai bu RT. “Bu RT menyukai kopi?” tanya Maharani. “Tentu, Coffee with a friend is like capturing happiness in a cup,” ucapnya.
9.518.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Pemuas Nafsu Kakak Tiri

Pemuas Nafsu Kakak Tiri

Matanya beberapa kali melirik ke arah Alya, memastikan gadis itu tak lagi menangis, lalu kembali menatap jalan dengan ekspresi yang nyaris terlalu datar untuk disebut peduli. Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan sebuah kafe mewah di tepi jalan. Bangunannya bergaya modern klasik. Di atas pintu masuk, papan nama bertuliskan Coffe Nara terpajang anggun dengan huruf timbul berlapis emas. “Ayo masuk,” kata Rafi, tersenyum tipis. Alya mengangguk pelan, melangkah ke dalam.
10115.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
180 Hari Menuju Akad

180 Hari Menuju Akad

ucap Andika sembari menyodorkan minuman kepadaku. Ya, dari aromanya, itu adalah coffelate, minuman kesukaan Arya, sesuatu yang mengingatkanku kepada lelaki bernama Arya itu, walaupun hati dan pikiran ini sangat ingin sekali melupakannya. "Minumlah, aku sengaja membelikannya untukmu," ucap Andika dengan senyuman. Mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus mengambil kopi itu, karena aku harus menghormati dan menghargai kebaikan dan niat tulus orang lain kepadaku.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Seorang pria muda berwajah tampan masuk, melemparkan senyuman pada Anita dan bertanya dalam bahasa Inggris, “Is there any delicious drink in this cafe? I read the review, and I'm curious to try the coffee here!” Anita langsung membeku. Bersambung
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status