Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Apa lagi ia didorong oleh lelaki sempurna sepertiku memasuki coffe shop ternama ini. Untuk meluluhkan hatinya, aku memesan dua cangkir Hojicha, yaitu latte mewah dengan flush pertama dari Kyoto, berukuran medium seharga 500 Yen. Dengan camilan burger kedelai yang luar biasa lezat.
10166.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
My Mafia

My Mafia

Dan uang tabungannya itu jelas tidak sedikit. Hei, Caesaria tidak akan menjadi orang miskin di negara ini. *** One Fifteenth coffee. Itu adalah nama cafe yang Caesar tujui. Tempatnya sangat cocok untuk duduk sejenak sambil minum segelas kopi panas. Caesar masuk ke dalam cafe lalu duduk di meja yang berada di pojok. Setelah itu, datang seorang pelayan membawa buku dan pena untuk mencatat pesanan. Caesar membaca semua menu dalam buku lalu mengatakan pesanannya, "Hot Cappucino dan scrambled eggs. "
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Tergoda Cinta Teman Satu Kantor

Tergoda Cinta Teman Satu Kantor

tanya Andeas begitu aku duduk di hadapannya. "Kayaknya aku lebih butuh kopi daripada es krim deh." Kafein mungkin bisa saja membuat hatiku tenang. Sepertinya hatiku memang merasa apa yang aku lakukan salah. Tapi anehnya aku tidak bisa menolak ajakan Andeas dengan tegas. "Oke. Tak masalah aku juga suka kopi. Aku cappucino, kamu?" "Americano." "Kamu yakin?" tanya Andeas menatapku sangsi.
9.57.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

Aku segera membantu Johan dengan menerka. “Ristretto? Affogato? Macchiato? Cortado? Piccolo? Latte? Frappe?” “Nah, itu, itu, yang tadi.” Johan memotong. “Yang mana?” “Kopi susu.” Sontak saja aku tertawa. Johan bisa bercanda juga rupanya. Siapa lagi yang mengajari dia kalau bukan aku? “Yang ada ‘cino’-nya.” “Capucino!”
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai coffe
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
ISTRI 365 HARI

ISTRI 365 HARI

Kara melihat langit yang berbeda dari terakhir kali ia melihatnya. Kara melangkah menyeret koper kecil yang di packing sembarang oleh Nadine menuju Coffee Shop tempat pertama ia dan Bagas bertemu. Ia berdiri di depan bar memesan es caramel machiato extra whipped cream kesukaannya. "Decaf please," tukas Kara yang baru tahu jika ia bisa mengkonsumsi kopi decaf alih-alih menghilangkan kebiasaan mengopi nya.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Terjebak Bersama Dua Mantan

Terjebak Bersama Dua Mantan

"Ngantuk itu tidur, bukan bikin kopi." "Kamu sendiri itu ngapain?" Alis Gavin bergerak, matanya menatap cangkir Revita. "Itu cokelat, bukan kopi." "Sayang, cokelat juga sama kayak kopi. Mereka punya kadar kafein yang lumayan. Ngomong-ngomong kenapa kamu belum tidur?" Gavin mendekat, lalu duduk di sisi ayunan yang kosong setelah meletakkan cangkirnya di samping cangkir milik Revita. "Lagi mikirin aku ya? Sambil natap bintang-bintang?"
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Antagonis

Terjerat Pesona Antagonis

ajaknya. "Chic Brew?" tanya Sarah, menyebutkan cafe dekat kantor yang menjadi favoritnya kalau harus lembur dengan tumpukan berkas. "Ayolah, gue traktir," Daniel lebih dulu berdiri. "Asyik! Gue mau liquid cocaine, ya," Sarah berseru, menyebutkan salah satu menu kopi yang paling strong di cafe Chic Brew dengan harga yang lumayan. "Gue nggak tanggung kalau lama-lama lo kena asam lambung, ya," peringat Daniel.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Jerat Casanova Insaf

Jerat Casanova Insaf

Arya mengikuti langkah Sakti keluar dari lobi kantor itu menuju kafe yabg tidak jauh dari sana. "Sudah bisa saya catat pesanannya?" tanya pelayan kafe. "Black Coffee," ujar Sakti. "Ada lagi?" "Espresso aja," kata Arya. "Terlalu pahit sepertinya," ujar Sakti mengomentari pesanan kopi Arya. "Sudah biasa, bahkan hidup pun terasa lebih pahit untuk di jalani." Arya merogoh saku celananya mengeluarkan gawainya.
1059.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai coffe
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
me_Nanda
Terkadang cinta memang tdk memandang 'status',tapi status tsb yg sering membuat cinta menjadi 'jurang' bagi sebagian pasangan.Semoga Sakti bisa menjadikan 'jurang yg curam' terlihat menjadi 'jurang yg landai' dan bisa meyakinkan sekitarnya kalau Gendis memang yg terbaik utk Sakti
Enisensi Klara
Semoga lancar ya mas jambang niat baiknya untuk melamar Gendis , tapi kok pak satyo sangat mencurigakan ya gerak gerik nya ,jangan sampai dia penghalang terbesar hubungan Sakti dan Gendis #jangan ada konflik besar ya makk Chida ##piss##
Baca Semua Ulasan
Cinta Terlarang Sang Mafia

Cinta Terlarang Sang Mafia

"Ok, Isabella. Apa boleh kita mulai sekarang?" Isabella tersenyum gugup, "Oh iya boleh." Brian tampak menggulung lengan kemejanya setengah sebelum mengambil toples berisi biji kopi berwarna coklat gelap. "Ini biji kopi Arabika. Biji kopi Arabika sering dipakai untuk membuat espresso karena rasanya lebih kompleks dan aromatik." Isabella menganggukan kepalanya. "Oh, begitu. Apa buat espresso hanya bisa pakai biji kopi Arabika?" tanya Isabella yang penasaran.
963 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

“Ah, sudahlah. Aku tak tahu lagi…” “Ada apa?” Daniela terheran-heran melihat Adrian hanya menatap matcha latte-nya. Keheranan Daniela bukan hanya tentang Adrian yang tengah menatap minuman hijau asal Negeri Tirai Bambu itu saja seraya menimang “Mau aku minum, enggak. Mau aku minum, enggak?” Namun juga, perempuan berhidung bangir itu pun di buat heran ketika Adrian tiba-tiba mengundangnya minum kopi tapi yang dipesan matcha. “Adrian Keenan… apa kamu mengundangku datang hanya untuk melihatmu menatap secangkir matcha?” protes Daniela.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai coffe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status