Sepiring Talak di Pagi Hari
Ia benar-benar kalut.
Ketika berada di simpang empat, lampu lalu lintas baru saja berwarna merah dan Satria tidak berhenti dulu, melainkan tetap mengemudi dalam keadaan mengebut. Pria itu berpikir, lampu di sisi lain juga masih merah. Lagi pula, ia sedang terburu-buru. Namun, dari sisi kiri melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi pula. Dua kendaraan dalam keadaan melaju kencang ditambah Satria yang tidak siap, tidak bisa mengerem secara mendadak, membuat tabrakan tidak bisa dihindarkan. Satria banting setir ke kiri dan menabrak rumah makan masakan Padang.
Suara tubrukan terdengar memekakkan telinga, diiringi bunyi pecahan kaca mobil dan rak berisi makanan di rumah makan.
Hot Chapters