Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AURORA

AURORA

seseorang memanggil namaku namun aku tidak dapat membedakan suaranya dengan pasti karena kepalaku terasa sangat pusing. Dapat kurasakan seseorang sedang membantuku untuk terlepas dari tumpukan mayat ini. Pening dan juga rasa nyeri melanda kepala dan juga punggungku ketika seseorang tersebut menyangga tubuhku, mengguncangnya pelan agar kesadaranku cepat kembali. Tapi, itu menyakitkan bagiku. “Gila, gila, gila! Aquilla, makhluk apa yang sedang kau hadapi itu!?” Suara Jake terdengar marah dan juga panik. Apa dia baru saja melihat wujud menyeramkan makhluk itu?
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai conjured
Baca
+Pustaka
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Umpat ayahnya sembari memperlihatkan senyum yang menyeramkan. Tubuh Reviline bergetar dengan sendirinya menyadari bahwa ia tidak bisa menahan tangisnya terlalu lama. Kilas baliknya begitu cepat hingga jerit keputusan begitu terdengar dari telinganya. Berulang kali hingga frekuensinya mengecil dan kemudian menghilang. Potongan puzzle dimana setiap sudutnya begitu asbtrak, memori masa lalu yang kelam begitu kental didalamnya. Hingga dia melihat siluet orangtunya mulai mengabur dari pandangannya.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai conjured
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

Untuk pertama kalinya dalam sejarahnya sebagai seorang Dewa, seorang Aesir Vidar merasa sedikit salah tingkah untuk berbicara. "Ekhem! Maksudku ... namanya adalah Ver ... juga." Ucapnya dengan singkat. Semua orang, "...." Kali ini suara angin bahkan tidak terdengar karena udara yang begitu canggungnya. Kecanggungan hati itu akan selamanya membekas yang telah mengikat tiga raga yang penuh perbedaan untuk saling menemukan. Tiga Keterikatan.
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai conjured
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

Dengan mata yang sedikit sayu karena ngantuk datang di sore ini. "Assalamu'alaikum Ver, kenapa?" "Wa'alaikumsalam, gue cuma mau tanya lo ikutan CC?" "Hah CC? Apaan? Chance Cogan? Comando Cross? Ih apa sih Ver kepo deh gue." "Lo nya dari tadi ngomong, gue kapan." Terdengar suara yang sangat tidak bergairah muncul dari mulut Verdi, Dinda pun hanya tertawa dari ujung sana sebagai pengobat rasa kantuk.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai conjured
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Cukup lama kami bertatapan, hingga teriakan Ida membawa kami kembali pada alam manusia. "Woy, kalian ngapain? Adu mata? Ngomong dong?" Mendengar celoteh Ida, hatiku mencelos, astaga, punya temen gini amat. Adit dan konco-konconya meringis menahan tawa. Irine yang kasihan melihat keadaanku, buru-buru menarik dan Ida keluar dari suasana magis itu. 🍁🍁🍁
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai conjured
Baca
+Pustaka
Conqueror

Conqueror

Lilia merasa ada yang aneh. "!!!, Bau darah?!" Lilia tiba-tiba mencium bau darah dari dalam kamar William. Tanpa berpikir lama, Lilia langsung menempelkan telapak tangannya di pintu. Saat itu perlahan dari telapak tangannya keluar cahaya hijau yang sangat terang. "Teknik Roh… Hide!" Lilia sambil bergerak menarik tangannya. Dalam sekejap, pintu yang ada di depannya menghilang tanpa jejak.
9.82.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai conjured
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Kejayaan Sang Penyihir

Reinkarnasi Kejayaan Sang Penyihir

Segurat kepanikan dan kebingungan terbentuk amat jelas pada wajah masing-masing. "Siapa yang mereka maksud penyihir!?" Zevana tidak bisa menjawab. Namun entah kenapa, saat dirinya mulai kelelahan menjauhi sekumpulan pasukan itu, sekelebat bisikan terdengar. 'Emfanto Similura, emfanto similura, emfanto similura.'
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai conjured
Baca
+Pustaka
Forbidden Desire

Forbidden Desire

Jika ia tidak bisa membuat Arlo bicara maka ia harus memancing Jena untuk membongkar kebusukannya sendiri. Pintu ruangan itu terbuka, Diello datang dengan dua cangkir kopi di kedua tangannya. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Diello meletakan cangkir itu ke meja. “Diello, ayo pergi ke suatu tempat besok.” “Baik.” Ponsel Diello berdering, pria itu melihat ke benda canggih miliknya itu. Panggilan dari asisten pribadinya.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai conjured
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status