Malam Panjang di Bus Terakhir
Sambil berseru, mereka merobek celana dalamku hingga hancur dan menarik kedua kaki mulusku sekuat tenaga sampai terbuka maksimal.
Aku sangat panik dan hampir menangis, mulutku terus meracau.
"Nggak, jangan! Empat orang terlalu banyak, nanti bisa rusak!"
Arga melepas ikat pinggangnya, lalu menyabetkan benda itu dengan keras ke pantatku yang sedang terangkat.
Rasa pedas dan sakit itu merangsang sarafku. Anehnya malah memunculkan sebuah dambaan di dalam hati.