Diari Pengantar Jodoh
Aku takut mengungkapkan, karena aku selalu menyanggah dalam hatiku, aku nggak mungkin cinta sama orang gendut, sering bolos, dan urakan kayak kamu.
[To dearest, Hana]
'Saat aku mengucapkan ijab qabul, saat itu pula rajutan mimpiku mulai kusiapkan. Aku mencintaimu, dan itu alasan yang sebenarnya kenapa aku berkeras untuk menikah denganmu alih-alih alasan demi kesehatan bunda. Mungkin saja aku tidak mengatakannya, tetapi bahasa tubuhku harusnya kamu merasakannya. Kamu terkena trauma berat, ketidak percayaan pada apa yang sebenarnya peduli dan sayang sama kamu. Masalah Denny yang kian menenggelamkan kamu ke dasar kesedihan. Akan tetapi, Hana. Sebenarnya, tanpa ada ucapan cinta dari mulut, kamu
Bab Populer