DIPTA
“Belajar pakai visual, pakai pendekatan nyata.”
Aira mengerutkan dahi. “Nyata gimana?”
Dipta tersenyum tipis, lalu menunjuk diagram wajah di buku. “Kalau kita bahas fungsi indera… misalnya mata.”
Ia mendekat sedikit. Tangannya terangkat, berhenti sebentar di udara memberi ruang untuk Aira mundur jika mau. Yang terjadi Aira tidak mundur, Dipta mencium kelopak matanya dengan lembut, singkat dan hangat. “Ini organ penglihatan, sensitif terhadap cahaya”, katanya seolah itu bagian dari penjelasan ilmiah.
Hot Chapters