Rindu yang Lupa
Ia tidak menyangka jika Ibu kuli gendong tersebut diberi kenyamanan saat tidur, namun membiarkan tubuhnya ditindih beban-beban berat.
Mendadak Ibu mengerem langkahnya. Ibu pening? Tentu saja ia masih pusing. Suaranya juga keluar dengan serak, langkahnya tidak begitu seimbang, pandangannya berkunang-kunang, namun suara putrinya terdengar begitu jelas, menghanyutkan kesunyian, menggugurkan sakit, menghapus memori perih di seluk-seluk pasar, menghangatkan tubuhnya yang seharian kemarin menggigil karena hujan sedang marah. Ia menahan tiga tamu pengantarnya dengan memberikan isyrat dengan tangannya, lantas menyuruh mereka diam, lagi-lagi dengan isyarat tangan, meletakkan jari telunjuk di depan bi
Hot Chapters