PEMBALASAN DEWA MAUT
Di dasarnya, teronggok bebatuan basalt yang berkilat, dan di antara bebatuan tersebut, ia melihatnya: area konsentrasi yang warnanya lebih gelap, permukaannya terasa hampa.
Itu adalah **Benih Kosmik**, titik fokus paradoks yang tersisa dari ledakan Dewa Maut.
Ia menghentikan langkah, lututnya tenggelam sedikit ke dalam lumpur hitam.
"Jika aku menghilang tanpamu, engkau akan kembali menghancurkan dunia dengan sendirinya, melalui entropi," ucap Satria Kala, kini tidak kepada alam, melainkan kepada inti kehampaan yang ia rasakan.
Hot Chapters