Dua Tuan Tampan
Ia rindu suara goresan pensil di atas kertas, aroma cat air yang menenangkan, dan kebebasan untuk menciptakan.
Sesekali, saat istirahat makan siang, ia akan melihat ponselnya, menggulir media sosial, dan berhenti di unggahan terbaru dari Bima Samudra. Bima selalu membagikan proses kreatifnya, foto-foto pameran, atau sekadar kutipan inspiratif tentang seni. Melihatnya membuat hati Raina terasa nyeri. Ada rasa iri yang menusuk, melihat bagaimana Bima bisa hidup sepenuhnya dalam dunia yang Raina dambakan, sementara ia sendiri terkurung dalam sangkar emas.
Hot Chapters