Bias Cinta
Melihat pantulan dirinya di depan kaca.
“Tapi aku kangen body-ku yang dulu,” ucap Cinta sambil menarik kain dasternya ke belakang pinggang, “kayaknya harus pilates ini. Entar beliin alatnya, ya, Bi. Itu yang bentuknya kayak ranjang. Apa, sih, namanya? Aku nggak ngerti. Biar nanti instrukturnya aja yang ke sini.”