Ayah Untuk Anakku
“Mulai apa, Sayang?”
Amelia menarik napas dalam, kemudian membidik mata hitam legam milik Erland. “Setiap pagi-pagi aku akan mual, tidak peduli muntah atau tidak, tapi yang jelas mual. Lalu, aku juga akan merasakan lemas, sakit badan dari atas sampai bawah, aku juga akan menginginkan makanan tanpa terduga. Makanan yang saat aku mengatakannya, maka tidak sampai satu menit makanan itu harus ada di depan mata. Atau apapun itu, aku akan menginginkan banyak hal termasuk yang bukan makanan.” Udara panjang dibuang masih penuh cemas, “aku juga akan kesulitan tidur, karena terkadang aku akan merasa mual di malam hari, apalagi kalau perutnya sudah membersar, aku akan sulit mencari posisi nyaman hingga
Sikat na Kabanata