Hamil Anak Calon Wakil Presiden
Meskipun usianya sudah lanjut, ia tidak memerlukan kacamata untuk membaca, menunjukkan ketajaman fisik yang mengimbangi kecerdasannya.
"Luar biasa. Aku setuju." Ia menutup dokumen itu dengan lembut, sebelum melanjutkan, "Kita akan fokuskan pada Sawantara, pusat pertanian terbesar kita. Tapi, sebelum kau ke sana, singgah dulu ke Suryaloka. Tempat itu adalah penghasil pangan terbanyak kedua, dan juga penting untuk mendukung hilirisasi. Namun, ingat, meskipun keluargamu tinggal di sana, jangan terlalu banyak bermain. Fokus pada misimu. Negara lebih membutuhkanmu."
Sulistyo tersenyum tipis, senyum yang penuh arti, dan membungkuk hormat. "Tentu saja, Pak Presiden. Saya tidak akan mengecewakan."
Hot Chapters