KAMPUNG HALIMUN
Duag, duag, duag
Suara itu kembali berbunyi, Mang Ayep yang berjalan dengan perlahan kini mempercepat langkahnya meskipun dia harus sedikit menyeret salah satu kakinya agar bisa berjalan sedikit lebih cepat.
“Iya bentar, tunggu ya!” kata Mang Ayep sambil sedikit berteriak.
Duag, duag, duag,
Suara itu terdengar nyaring, mereka yang terdengar memukul pintu besi itu terdengar seperti terburu-buru. Ya wajar saja hal itu terjadi, kampung yang sedang diliputi oleh kabut merah, juga kondisi sekolah yang menyeramkan membuat mereka ingin segera masuk dan bersembunyi di dalam sana.
Bab Populer