Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hot Mother

Hot Mother

Bingung kenapa Arnold bisa tahu jika kemarin dia bertemu dengan seseorang. Arnold mengangguk pasti. “Temanku. Aku kemarin tidak sengaja bertemu dengan teman lamaku,” jawab Dareen jujur. Dia tidak bisa berbohong karena jawabannya sudah dapat dipastikan, sang kakak pasti tahu jika dia bertemu seseorang. “Seorang wanita?” “Oh, ayolah, Kak!” Dareen tertawa kecil. “Aku dulu senang berteman dengan siapa saja, tanpa terkecuali.”
1051.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai dare untuk teman
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Savitri
novel ini keren banget sih kalo kata gue ya... Melihat sisi lain dari kehidupan seorang wanita yang memang seringkali tuh kompleks banget. Apalagi seorang single parent yang memang ga mudah. Nice book to read nih, guys!!
Amy_Asya
Halo, semua. Terima kasih kepada para pembaca setia dari buku-buku aku. Kali ini aku datang dengan cerita baru lagi. Jangan lupa mampir ke profil aku, atau bisa langsung cari judul "Dekapan Panas CEO Arrogant" di kolom pencarian. Terima kasih, dan selamat membaca
Baca Semua Ulasan
PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU

PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU

Kenna lalu melanjutkan. Suara tepuk tangan terdengar, membuat suasana makin hidup. Seorang remaja mengacungkan tangan. "Mbak Kenna, boleh saya tanya? Kalau kita merasa minder, gimana cara biar tetap percaya diri di depan teman-teman?"
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Ana bertanya lagi, suaranya kini bergetar karena wajah Andi yang mendekat hingga Ana bisa mencium aroma pasta gigi yang tadi dikenakan Andi. "Kita tetap temenan. Teman di depan orang-orang, teman yang saling bantu, termasuk bantuin buat nemuin pelepasan masing-masing." Andi menyelesaikan kalimatnya lalu mencium leher Ana membuat gadis itu mendongak. "Kamu nggak perlu memberikan label, kita cukup jadi teman, termasuk teman di ranjang." Andi mendorong Ana hingga gadis itu berbaring dan dalam sekejap ia sudah berada di atas Ana.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang

Mirza menolak untuk membawanya. “Pokoknya aku ikut!” Citra tak mau tahu. “Cit, kamu udah cukup dewasa, loh. Mau sampai kapan kamu kekanak-kanakan kayak gitu?” Mirza menatap galak kali ini. “Awas aja kalo Kakak berani macem-macem sama temen aku!” Citra mengalah secara tidak langsung, malu diledek seperti itu. “Zi, kabarin gue selalu!”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

Tak punya pilihan, Dareen terpaksa mematikan mesin mobil dan keluar. "Please, Ma. Aku gak mungkin ketemu sama temen-temen arisan Mama. Apalagi kalau dijodoh-jodohkan! Kapok aku!" "Gak ada. Kita akan ketemu rekan bisniss Mama. Intinya dia sama tampannya dengan kamu, Dareen! Nanti kamu jangan banyak bicara. Ikut aja omongan orang tua."
1057.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Campakkan Ternyata Jutawan

Istri yang Kau Campakkan Ternyata Jutawan

kata Anjani tak memedulikan jawaban Dara. Dara bangkit dengan perlahan hingga terduduk sempurna. “Kenapa Tante percaya diri sekali? Lagi pula kita hanya teman, tidak-tidak! Lebih tepatnya sebatas kenal,” argumennya dengan alis yang menyatu di glabela.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

“Teman? Apakah kamu pemilik motor V***a putih?” Dinda menganggukkan kepalanya dengan cepat, lupa jika mereka tidak saling berhadapan. “Bukan?” suara di ujung meminta penegasan. “I-I-Iya. Itu motor saya. Katakan ada dimana? Teman saya – Apakah dia terluka parah?” Ingin rasanya Arya tertawa keras, tapi ia berusaha dengan keras untuk menahannya. “Temanmu sedang bersembunyi. Dia takut denganmu, karena sudah menjadi teman yang tidak amanah.”
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
Ditiduri Majikan

Ditiduri Majikan

ibuk menyebutkan teman sekolah Dilla yang sekampung dan biasa datang ke rumah. Dilla menggelengkan kepala. Bibirnya bergetar karna ragu untuk mengucap. Tangannya yang tersembunyi di pangkuan bawah meja makan itu saling meremas jari sendiri untuk mengalihkan ketakutannya. “Sama—sama teman lelaki.” Bu Salma makin lekat menatap Dilla. “Teman lelaki?” tanyanya, meyakinkan. Dan pertanyaan itu mendapatkan anggukan dari Dilla. “Teman sekolah?”
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

Rentetan pesan terlalu romantis untuk percakapan antar teman. “Aku udah bilang ke kamu kan? Aku udah kasih tau berkali-kali, kalau aku ini emang humble ke semua orang. Masa aku harus jawab biasa aja ke teman-teman aku, aku udah akrab dengan mereka.” “Tapi apa harus kayak gitu cara jawabnya?” “Aku harus gimana sih? Kamu aja yang baperan, masa ke temen aku sendiri kamu kayak gitu sih sikapnya. Lagian kamu ngapain sih pake acara baca-baca W* aku segala?”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
Alva

Alva

Gue boleh nanya gak? "Al," "Apa?" "Boleh nanya gak??" "Nggak," "Boleh dong.. Boleh ya? Yayayaya?" "Ck, terserah." "Gue boleh gakjadi temen lo??" "Boleh kan?" "Al.. Boleh kan?? "Nggak." "Temen doang, "Gue kan gak minta lebih." "Kecuali kalo lo udah nyaman sama gue.." "Cki berisik!"
9.82.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai dare untuk teman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status