PETAKA REUNI
“Ya. Kamu nggak salah dengar. Aku ... menyerah. Untuk semua kisah kita yang belum selesai, untuk perasaanku yang mungkin nggak bisa kembali seperti sebelumnya, untuk semua tentang kita ... aku menyerah, Danar.”
Dia menatapku dalam. Danar berusaha meraih tanganku, tetapi dengan cepat aku menarik diri, mengambil posisi terjauh dari meja. Aku tak mau, sentuhannya menggagalkan keteguhan yang mati-matian kubangun kali ini.