Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Sisi

Dua Sisi

ujar Kendis yang sedang menggiling bumbu dengan cobek. “Wes, Ndak popo, Ndis! Wes biasa kalo ada orang baru yang bilang begitu. Bude Ndak kaget!” seru Bude Darmi yang datang dari arah belakang Ameera. Sementara Ameera lekas berjengit, berdiri menatap Bude Darmi. “Nduk, Cah ayu, nama kamu siapa?” tanya Bude Darmi ramah. “Ameera, Bude!”
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
DENDAM IBU TIRI

DENDAM IBU TIRI

pekik Arumi. Della akhirnya berlari sejauh mungkin. Ia ketakutan karena tidak ingin kembali ke rumah sakit. Saat di perjalanan tiba-tiba sebuah mobil mini bus berwarna silver menghadangnya. "Ayo, ikut!" teriak salah seorang pria bertubuh besar itu. "Siapa kamu?" Kedua pria itu menarik paksa Della ke dalam mobil. Della yang tahu jika keduanya adalah orang suruhan Eliza terus berontak. Ia tidak ingin kembali terancam.
5.58.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Bingkisan Daster Bekas Mertua

Bingkisan Daster Bekas Mertua

Bab 23 Iri Bilang Bos "Terimakasih ya, Mas. Mas dan Bu Farah baik sekali sama saya," Celine menerima sebuah benda tipis dari tangan Galih. Dalam hati, wanita itu membatin, 'akan kubelikan tas dengan merk di atas tas yang di pakai Kiara pagi tadi,' Kiara tersenyum tipis. "Iya sama-sama, Sayang. Aku dan Ibu sayang sama kamu," balas Galih.
9.4223.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.0K kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Dendam Kaisar Surgawi

Dendam Kaisar Surgawi

Seseorang yang selalu berkata, “Jangan terburu-buru, tenang saja…” Aku menghela napas panjang. “Guru Bai, aku rasa… hidup ini memang seperti ini, ya? Orang baik pun bisa saja dikhianati, orang jahat bisa hidup bahagia.” Guru Bai tertawa kecil, wajahnya sedikit melunak. “Ah, Lin Feng… dunia ini memang tidak selalu adil. Tapi, siapa tahu? Mungkin, suatu hari nanti, keadilan itu akan datang. Dan kalau kau cukup sabar… kau akan melihatnya.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Duka Pernikahan

Duka Pernikahan

“Ya, sama aku juga kangen.” “Mas, aku beli daster sama Mama kemarin.” “Hah? Kamu mau pakai daster?” “Iya, biar nanti pas perutnya besar. Aku pakai daster aja.” Daster adalah baju panjang yang memiliki motif bunga atau batik bukan? Hanif sering melihat itu ketika bertemu di jalan dengan wanita hamil atau saat dia sedang ada di minimarket. Membayangkan istrinya memakai pakaian itu pasti terlihat sangat lucu. Apalagi tubuh Renjana yang sedikit kurusan. Pasti dia senang melihatnya. “Nanti pakai waktu kita berdua, oke! Simpan dulu dasternya.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Bayi Bos

Bayi Bos

Rin adalah wanita berharga yang mau susah payah mengandung anaknya, kini senyum Rin menjadi sangat penting. Rin memegang dada Roan yang masih basah, membuat Roan terkejut. Mata mereka bertatapan dengan hubungan yang kembali normal. Roan meninggikan alisnya, bertanya atas sentuhan Rin. "Aku cuma pake daster," kata Rin. Roan tahu Rin pakai daster, ia bisa melihatnya sendiri. "Dastermu bagus." Puji Roan. Penampilan berbeda perempuan harus dipuji, itu adalah ajaran papanya.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 532 kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Davira

Davira

Ia tak tau lagi harus mencari Davira kemana, terlalu banyak tempat yang sering di datangi Davira saat bersamanya hingga Cavia bingung memilih salah satu tempat itu yang kemungkinan saja tengah di kunjungi Davira saat ini. Seorang pelayan wanita datang dengan membawakan segelas orange jus dan juga cemilan untuk Cavia, meletakkannya dengan hati-hati ke atas meja. "Silakan non Cavia," kata pelayan itu ramah. "Ya ampun Bi, pakai di suguhin segala, seharusnya gak usah." Cavia merasa tak enak hati karena sudah merepotkan mereka. Pelayan wanita yang di panggil Bibi itu tersenyum, "enggak apa-apa non, nona Cavia kan sepupunya non Davira."
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Fantazia

Fantazia

Tidak tega sebenarnya melihat Ibu kesusahan. Aku menghela nafas dengan berat, bergegas untuk mengantarkan kue pesanan. Ku kendarai motorku melintasi pusat kota. Layar besar di tengah kota memperlihatkan acara perilisan penemuan baru yaitu Energizer Food, dan aku melihat tuan Jasper di sana bersama para ilmuan bawahannya. Sialan bagaimana kejahatan mereka berhasil sedangkan aku disini sangat menderita berkat ulah mereka.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Diuber Janda

Diuber Janda

Bep Sebuah pesan kembali masuk ke dalam ponselnya. Masih dari orang yang sama 'Amin Pek'A' dengan malas Imron menekan layar terima pesan. Firasat gue sih, lu lagi duduk di teras nih, kecapean. Ha ha ha ... cerita napa, Im, gue penasaran. Nikmat banget kita yang perjaka ini dapat janda anyar, greges-greges.
10118.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

goda sang perias sambil mulai membersihkan wajah Selin. Proses merias pun dimulai, Selin hanya diam membisu saat kuas-kuas halus itu mulai menari di wajahnya. Karena menggunakan adat Jawa Solo, puncak dari riasan ini adalah pembuatan Paes. Jadi butuh ketelitian dan kerapian. Dengan penuh konsentrasi, sang MUA itu melukis lekukan hitam pekat di dahi Selin menggunakan pidih.
10706 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai daster busui
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status