Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Revenge

Revenge

tanya Wira pada akhirnya. “Aku hanya akan melunasi hutang perusahaan kalian, bukan memberi kalian uang segar. Berikan datanya kepadaku, maka akan kulunasi,” kata Gama membuat Wira gusar. Sangka mengumpulkan keberaniannya. “Aku terima. Aku tidak ingin membiarkan keadaan ini semakin runyam,” kata Sangka tanpa berbasa-basi lagi. Hanya ini kesempatan mereka untuk bangkit dari kejatuhan. Sudah banyak hal yang mereka sia-siakan.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai day of reckoning
Baca
+Pustaka
Thirty Days

Thirty Days

Hanya tersisa tiangnya saja. Mengerikan sekali dunia ini. Sepertinya Mr. Henry benar tentang kata-kata yang satu ini, "Dunia itu bukan tempat bersenang-senang, wajar jika beberapa manusia mengalami hari-hari mengerikan sepanjang hidupnya!" ya Nohan masih ingat dengan jelas kata-kata itu. Tapi mengapa salah satu manusia itu harus dirinya? Mengapa, Tuhan? "Hei! Kau tidak mau uangmu?"
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai day of reckoning
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

Roy hampir saja berhasil melumpuhkan Dirga, namun Dirga mengambil senjata api milik Roy yang tadi terjatuh dan menodongkan balik ke arah Gladys yang masih bersimpuh di atas lantai. "Berani maju, aku akan meledakkan isi kepalanya," ancam Dirga. Melihat Gladys dalam bahaya, Roy mundur dan memberi aba-aba kepada anak buahnya untuk melakukan hal yang sama. "Jatuhkan senjata kalian!" peruntah Dirga lagi. Satu persatu, anak buah Roy menjatuhkan senjata mereka ke lantai. Dirga tersenyum penuh kemenangan. Namun tanpa sepengetahuannya, seseorang memperhatikannya sejak tadi.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai day of reckoning
Baca
+Pustaka
LOVE AND REVENGE

LOVE AND REVENGE

Tubuhnya gemetar. Pria angkuh itu menyilangkan lengan di depan dada, menatap lurus tanpa ekspresi. "Membayar semua dosa yang kau lakukan pada keluargaku." ~ Love And Revenge ~
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai day of reckoning
Baca
+Pustaka
Days to Remember

Days to Remember

Ani dan Ima tampak tersenyum bahagia, begitu juga Riski yang tadi berakhir memalukan diri sendiri dengan kalimat yang banyak salah pada pengucapannya. Aku menarik napas dan bersuara. "Ladies and gentleman. Let me tell you a story! Once upon time, there was a poor widow who had an only son named Jack. They were so poor that they didn’t have anything except a cow. When The cow had grown too old, his mother sent Jack to the market for sell it.”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai day of reckoning
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

Satu-satunya cara adalah menggunakan orang bayaran yang sering digunakannya untuk menyelidiki kejahatan besar. "Kalian bersedia menculik salah satu petinggi Organisasi Hitam?Bayaran kalian akan ditransfer secepatnya setelah kalian menyetujui permintaanku ini!" seru Aaron kepada beberapa pria bersenjata yang biasa membantunya apabila dia hendak menyusup ke sarang organisasi kejahatan. "Hidup atau mati, Bos?" tanya salah satu pria bersenjata ini.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai day of reckoning
Baca
+Pustaka
49 DAYS

49 DAYS

Tapi Ia berharap biarlah malam itu hanya menjadi rahasia yang akan ditutupinya selamanya sampai Ia mati. Tapi Rebecca salah besar. 2 bulan kemudian semua kesalahan itu berbuah pada kekacauan yang lebih besar lagi. Ia harus mengandung seorang anak! Saat itu Rebecca bahkan tak berani memberitahukannya pada siapapun, khususnya pada Ethan. Rebecca hampir berpikir untuk menggugurkan kandungannya sebelum siapapun tahu akan hal ini. Tapi Ia lupa, media di Hollywood begitu cepat. Dengan popularitas yang Rebecca miliki, berita kehamilannya tersebar begitu cepat. Hingga tanpa pernah Ia siap, Ethan sudah mengetahuinya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai day of reckoning
Baca
+Pustaka
1095 Days!

1095 Days!

Terdengar suara Bu Reva yang berdeham karena mendapati Alisya dan Naira sedang berbisik ketika ujian berlangsung. “Alisya? Naira?” panggil Bu Reva. “Iya, Bu?” jawab mereka dengan serempak. “Ini si Naira, Bu, bocor katanya.” Alisya berkata dengan asal-asalan sehingga membuat Naira terkejut. Padahal yang sedang menstruasi adalah Alisya. Tapi mengapa malah Naira yang dijadikannya korban. Naira berpikir keras mencari tahu maksud dari ucapan Alisya. Ia menengok ke belakang melihat Alisya yang memohon karena tidak dapat menjawab soal terakhir.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai day of reckoning
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status