Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ONE DAY IN MY LIFE

ONE DAY IN MY LIFE

Di Restoran Malam harinya, Allen mengadakan pertemuan dengan Rose di Restoran Alasan pertemuan ini karena Rose memaksa Allen untuk mengembalikan buku diary nya. Allen melempar buku diary tersebut di meja. "Ambillah... Aku tidak memerlukannya lagi," ucap Allen. Disaat pemikirannya berkecamuk seperti ini Allen mengeluarkan rokok dan mengisapnya.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as the remains of the day
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

“Bukan dari awal. Dari sekarang. Dari sisa-sisa yang kita punya.” Sementara itu, jauh di balik kota yang mulai bangkit, di ruang bawah tanah yang terkunci dalam ratusan lapisan baja, sebuah monitor menyala. Data acak berjalan cepat. Lalu sebuah kata muncul, pelan... dingin... seperti bisikan setan di telinga: [ RESTARTING NODE: NULL.AI_Prototype_v4.7 ]
101.4K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as the remains of the day
Read
+Library
Days to Remember

Days to Remember

Aku menatapnya yang kembali melangkah ke depan dan berdiri beberapa senti di hadapanku. Tampak pakaiannya tak rapi, ada ujung kemeja putih yang mengintip di balik ikat pinggangnya. Bahkan ada warna kuning aneh, yang keluar mengintip dari sela kancing atas kemejanya. *** Bersambung
102.6K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as the remains of the day
Read
+Library
Another day

Another day

"Bisa ayah lihat surat itu?" Dengan raut muka gelisah Gevan memberikan kertas yang di pegangnya pada sang ayah. "Jalan matahari? Bukankah ini tempat yang sangat dekat? Lalu apa yang membuatmu gelisah seperti itu?" "Tidak aku hanya merasa..." "Merasa apa?" tanya sang ayah. "Lupakah saja." **** Hari senin telah tiba. Dan hari ini adalah hari persidangan ibu Alea. Karena Alea harus hadir sebagai korban, dia memutuskan untuk ijin sekolah pada hari itu.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as the remains of the day
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sebuah keahlian yang sudah mahir dia kerjakan. Lantai putih dinodai oleh cairan merah kehitaman yang mengalir segar. Arya memukul-mukul dinding kaca. Ia sekarat. Kematian dilihatnya sudah begitu dekat. Di dalam sisa-sisa kesadarannya, hanya asma Tuhannya yang dibisikkan. Lalu oksigen perlahan kehilangan tumpangan untuk menuju otak. ***
1.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as the remains of the day
Read
+Library
Dark Life

Dark Life

Air bening jatuh mengenai pipi tirus milik gadis kecil itu setelah beberapa saat keheningan menyelimuti. Jack hanya dapat membeku di tempatnya, ia bingung harus melakukan apa saat ini. Sejujurnya, ia tidak memilik pengalaman menenangkan orang lain. Jack merasakan sakit di dadanya, seperti diiris sembilu. “Ne-nenek!” pekiknya tiba-tiba, semakin membuat Jack bingung. Sejak tadi Jack memang tidak melihat wanita paruh baya itu dari banyaknya orang yang ia lihat sejak pagi hari.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as the remains of the day
Read
+Library
Beyond the Light

Beyond the Light

“Iya, Feather Alecia.” “Aduh, kalian berdua kenapa, sih?” tanya Felix dengan nada bercanda. “Berantem tapi lucu.” Tidak lama kemudian, Ravi kembali lagi. “Ayo ikuti aku,” ucap Ravi lalu memimpin jalan. *** Hari sudah menjelang sore. Keadaannya cukup berbeda dengan pagi dan siang. Orang-orang mulai sibuk mengurus rumah tangga masing-masing. Hanya beberapa yang masih berkerumun di luar.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as the remains of the day
Read
+Library
Red Room

Red Room

"Jangan khawatir aku juga tidak berniat berdebat. Jadi lepaskan aku sialan! " Orland melepaskanku. Tapi tangannya mulai keseluruh tubuhku. "Jika kau memperkosaku lagi maka hari ini akan menjadi hari terakhirku melihat matahari, " bisikku tajam pada Orland. Orland membeku, dia mundur--terlihat marah dan frustasi tapi aku tidak perduli.
9.818.3K viewsCompletedAdded to Library 549 Times as the remains of the day
Read
+Library
Forever Hours

Forever Hours

Apa maksudnya? Dari balik jendela, terlihat gurat senja yang lahir perlahan mewarnai langit dan awan yang berserakan. Daun pintu di kamar itu berderit terbuka kemudian. Seorang gadis yang sedari tadi sibuk menggoreskan pensil di atas kertas putih merasa terusik. Begitu memutar tubuh, ia mendapati gadis lain yang berjalan agak lunglai menuju ranjang dengan tumpukan buku-buku di pelukan, tas laptop di tangan kiri, dan tas abu-abu yang bersandar di belakang punggungnya. April menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur bagian bawah dengan sekali tarikan napas panjang dan lelah setelah menjatuhkan semua barang-barangnya di sisi lain kasur.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as the remains of the day
Read
+Library
THE ODD EYE HAS FALLEN

THE ODD EYE HAS FALLEN

Sepasang netra yang kabur pandangannya, terbuka perlahan akibat sekilas sinar yang menyilaukan retina. Dia tahu tubuhnya sangat lemah, bahkan untuk membuka mata saja sudah susah payah rasanya. Tenggorokannya kering, bak ladang tandus yang lama tak disirami air. Suhu tubuhnya seperti bara, saking hangatnya sampai terbilang panas. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Setelah malam itu, dia tak sadarkan diri dan entah kenapa hari berlalu tanpa ia sadari.
9.84.8K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as the remains of the day
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status