Love in The Dream (Bahasa Indonesia)
“Aku tidak peduli. Lagi pula apa lagi yang kamu tunggu.?”
Alisha merenungkan pertanyaan kakaknya tersebut. Ya, apa lagi yang ia tunggu?? Sebenarnya tak ada. Alisha hanya terlalu malu karena pulang dengan tangan kosong, Pulang sebagai anak yang tidak berguna, sangat berbeda dengan sumpahnya dulu saat Ia meninggalkan rumah demi menjadi penari Balet yang kini berubah menjadi seuatu yang sangat di bencinya.
“Nggak ada yang ku tunggu Kak, aku hanya malu, pulang tidak sebagai apa-apa, hanya sebagai wanita pngantar minuman di sebuah Pub.”