Ada satu teori yang sering bikin diskusi memanas setiap kali fans menyebut '3 sahabat sampai mati' — dan aku termasuk orang yang selalu kepo tiap muncul topik ini.
Teori paling populer adalah bahwa salah satu dari tiga sahabat itu sebenarnya adalah pengkhianat yang bekerja untuk pihak antagonis sejak awal. Bukti yang sering dipakai pendukung teori ini adalah potongan dialog yang terasa jauh berbeda di adegan-adegan tertentu, gestur kecil yang diulang, dan momen-momen kamera yang fokus ke barang kecil milik sang sahabat. Dalam pandangan ini, pengkhianatan bukan cuma soal plot twist, melainkan soal dinamika hubungan; pengkhianat itu merasakan cinta dan rasa bersalah, sehingga pengkhianatan terasa tragis dan kompleks.
Selain teori pengkhianatan ada juga yang bilang cerita ini sebenarnya berlatar waktu lain — semacam loop waktu atau realitas alternatif — yang menjelaskan kenapa pola kejadian berulang. Fans yang mendukung teori loop menunjuk adegan-adegan berulang dan dialog yang terasa like deja vu sebagai "petunjuk". Aku suka membayangkan kedua teori itu bercampur: pengkhianat yang terjebak di loop, terpaksa mengulangi kesalahan sampai ada pengorbanan besar. Teori-teori ini memberi warna dan membuat setiap nonton ulang terasa seperti menambang detail baru. Akhirnya, buatku bagian terbaik bukan soal siapa benar atau salah, melainkan bagaimana teori-teori itu memaksa kita meraba kembali hubungan antar tokoh dan merasakan tragedinya lebih dalam.