KUBUAT KAU MENGEMIS CINTAKU
Namun dia menggeleng dan menatapku dengan tatapan perintah.
“Kamu duduk saja, Sayang. Mama sudah siapin dari tadi, kok. Tinggal ngambil doang. Tunggu, ya!”
Ah, dia sudah berjalan menuju dapur. Aku akhirnya menurut dan duduk. Tak berapa lama, dia muncul. Hanya saja bersamaan dengan kedatangan Mas Kenzo dari pintu masuk.
“Ini jus alupkat tanpa susu cokelat dan sedikit gula. Mami Rinai bilang, ini kesukaan kamu, ya?”