Ah! Sentuh Aku Lagi, Om
Aroma gurihnya menguar, tapi bukan itu yang membuat tenggorokannya terasa mengganjal, melainkan karena ada seseorang yang akhirnya menyiapkan sarapan untuknya.
Setelah bertahun-tahun… rasanya aneh. Ya, aneh tapi hangat.
Celine memperhatikan reaksi Aldean, penuh harap. “Gimana rasanya?”
Aldean mengunyah perlahan. “Enak.” Matanya menatap Celine sedikit lebih lama dari biasanya. “Banget,” tambahnya, membuat pipi Celine langsung merona.
“Ih… Om Dean. Ngomongnya gitu, kayak—”