Suamiku Kuli Terhormat
“Dasar orang kaya aneh. Kemarin aku berjuang menyelamatkan More, kau malah kesal. Hari ini, hanya minum di cangkir yang sama membuat matamu tersenyum.”
“Gimana?” tanya Ahsin.
Gea menelan ludahnya. Ia baru menyadari, ternyata Ahsin memiliki mata yang indah.
“Enak. Sangat enak. Kopi Buana memang tidak sembarang kopi,” sahutnya asal.
“Kau mau yang lebih enak?” tawar Ahsin.
“Apa masih ada yang lebih enak? Aku tadi sudah memilih kopi Italia. Sebutkan apa nama kopinya. Aku akan membuat satu lagi.”