Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
desis Kevin, suaranya mengandung bahaya dan rasa takut yang tertahan, seperti bunyi mendesis ular kobra yang terjebak di dalam kaleng biskuit.
Versa hanya tersenyum tipis, menatap kuku-kukunya yang terpoles rapi, yang tampak seperti baru keluar dari spa kelas atas dan sekarang menjadi pusat alam semesta. Sebuah senyuman dingin yang mampu mengiris ego pria manapun tanpa berdarah. "Kami hanya ingin memastikan bahwa setiap pengkhianatan punya harga yang harus dibayar, Kevin," ucapnya pelan, setiap kata seperti pecahan es yang dilempar dengan sengaja. "Dan sepertinya, harga yang harus kau bayar adalah kehilangan semua orang yang mendukungmu. Bit demi bit. Melalui ego mereka. Atau dalam kasusmu,
Hot Chapters