Liontin Merah Delima
“Temenin Dilla masuk pak. Nggak enak kalau sendirian.”
“Tapi non...”
“Katanya pak Parjo dulu pernah melewatkan momen menemani anaknya pak Parjo berkunjung ke pameran seni.” Kataku, “Jadu, anggap saja ini pak Parjo lagi memutar momen. Toh aku dan mbak Diankan juga seumuran.” Dian adalah anak pertama pak Parjo. Dia adalah gadis desa yang manis, cerdas dan supel. Namun sayang, ia harus meninggal karena DBD yang waktu itu sedang merebak. Untungnya masih ada Dion, saudara kembar Dian sebagai pelipur lara pak Parjo dan istri atas kehilangan mereka. Ia sudah nenikah sekarang, menikah muda. Setelah lulus sekolah dan mendapatkan pekerjaan. Aku baru tahu semua cerita tersebut saat sarapan tadi.
Bab Populer