Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan
"Bibirnya jangan cemberut begitu, kamu sengaja menggoda aku, ya? kalau bibirmu manyun begitu, aku jadi ingin mengecupnya!"
"Apa? Dasar gila, kamu!" akhirnya Mutia tidak tahan untuk tidak marah.
"Sudah kukatakan jangan cemberut, apalagi marah. Karena kalau kamu marah, telinga kamu memerah, hal itu sungguh membuat aku tidak tahan untuk tidak mengecupi telinga kamu."
"Kamu__"
Mutia benar-benar kehabisan kata-kata, dia tidak harus melayani lelaki gila ini, dia benar-benar takut lelaki ini mengaplikasikan perkataannya, gila aja ini kan ditempat ramai!