Akhirnya Kau Mencintaiku
"Perasaan selama itu tidak akan mungkin mudah aku lupakan, cinta ini terlalu mendarah daging hingga aku sendiri tak pernah sanggup melupakannya. Bisakah kamu mempercayainya? Apakah kedua mataku ini ada kilas kebohongan?"
Jeno menatap kedua manik mata jernih itu semakin dalam, cinta wanita itu untuknya sangat besar, hatinya hangat hingga batu-batu es di dalamnya perlahan mencair. Jeno mendekatkan wajah dan mengecup lembut bibir tipis itu, dua pasang kelopak mata itu tertutup meresapi setiap sentuhan, ciuman itu lembut dan menuntut, Jeno benar-benar larut, dia tenggelam dalam cintanya kali ini, pria itu tak dapat mengendalikan diri dan hatinya yang menggebu, dia telah menyadari tidak ada wanit