Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Nur tidak bergerak dari tempat duduknya, sedangkan Ani yang berdiri di tengah rumah pun hanya bisa merasakan keanehan dengan kejadian yang dialaminya ini. Tiba-tiba saja, mata kakaknya yang bulat seperti bola pingpong itu berubah warna menjadi kemerahan dan di sekitar tangannya ada bintik-bintik merah. Ani semakin aneh dengan apa yang sedang dia tonton ini. Kelakuan kakaknya menjadi sangat beda, tangannya terlihat mencakar-cakar kursi dan tatapan matanya yang biasanya kosong menjadi sangat menakutkan. Wanita yang menjadi adiknya itu, kakinya bergetar, tangannya meremas-remas baju yang digunakannya lalu dia pun merasakan kekakuan.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

Bentuknya tidak panjang, tidak juga pendek, benda macam apa ini? "Apa ini jenis pisang variasi baru? Tapi sepertinya lebih besar, kulitnya juga tidak seperti pisang yang sering aku lihat." ucap Luna, mencoba untuk mengenalinya. Ia masih meraba benda itu, mencoba menebak apa yang sebenarnya ia pegang. Tapi anehnya, kenapa benda itu bergerak? Refleks Luna melepaskannya, "Apa itu ular?" jeritnya ketakutan.
9.9116.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Di depan mereka terbentang sebuah area luas. Tanahnya hitam. Retak. Seperti terbakar. Dan di tengahnya berdiri sesuatu. Sebuah batu raksasa. Lebih besar dari segel sebelumnya. Lebih tinggi dari pohon-pohon di sekitarnya. Permukaannya dipenuhi garis-garis merah yang berdenyut kuat. Seperti urat. Seperti jantung. Embun langsung mundur. “Aku… aku nggak suka ini…”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

Batu itu melesat cepat, menembus ruang dan waktu. BUZZ! Suara dengungan rendah terdengar menyakitkan di telinga, sebuah getaran frekuensi yang mengusik kestabilan dimensi. Batu kecil itu tiba-tiba berhenti di angkasa dan mulai membesar dengan kecepatan yang mengerikan. Gelombang kejut visual menyebar, mendistorsi pandangan semua orang yang melihat ke arah timur.
9226.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.5K kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Tampilkan Ulasan (106)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

"Apa hubunganku dengan batu hitam ini?" Kael memutuskan untuk diam saja. Ia tidak melawan, tidak mencoba menghentikannya. Ia hanya duduk di sana, membiarkan batu hitam itu melakukan apa yang diinginkannya. Satu menit berlalu. Batu hitam itu terus meliuk-liuk di telapak tangan kanannya, bergerak seperti makhluk hidup. Lalu perlahan, teksturnya berubah. Dari kental menjadi sangat cair, seperti air.
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Dia lalu menghentakkan tongkat itu ke tanah. “Batu tidak seharusnya berlompatan ke sana kemari. Diam kalian semua, kembalilah ke sifat asal kalian, membatu, tidak bergerak, mati!” Ki Gendeng berseru dengan suara lantang. Duk, duk, duk! Puluhan batu yang tadinya beterbangan langsung jatuh ke tanah seakan-akan memahami perintah Ki Gendeng.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
DANYANG

DANYANG

Dia adalah makhluk yang berjalan dengan satu kaki, dan menyeret satu kakinya yang lain. Dimas menutup matanya rapat-rapat setelah sempat melihat penampakan sosok itu. Tubuhnya tak begitu tinggi, sekitaran Dimas juga. Wujudnya sebenarnya mirip manusia, jauh lebih mirip dengan manusia ketimbang sosok kakek berkaki kambing tadi, tapi kengeriannya justru lebih kental karena sosok itu tidak memiliki kepala. Dia bergerak dengan tubuh sebatas leher saja.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

"Itu... Jantung Samudera?" Benda itu benar-benar menakjubkan. Bentuknya menyerupai mutiara raksasa seukuran kepalan tangan orang dewasa. Namun warnanya bukanlah putih berkilau, melainkan merah pekat layaknya darah segar. Hal yang paling gila adalah benda itu bergerak. *Dug-deg. Dug-deg.* Permukaan mutiara merah itu berdenyut pelan dan berirama, persis seperti jantung manusia yang hidup dan sedang bernapas. Hawa magis yang sangat kuat memancar setiap kali benda itu berdenyut.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Siapa pun yang kultivasinya tidak memadai bisa terseret ke bawah dalam sekejap dan terkubur selamanya. Meskipun tanah, atau lebih tepatnya pasir, berada dalam gerakan konstan, seseorang masih bisa melihat pilar batu dari setiap bentuk dan ukuran di kejauhan. Mereka menjulang tinggi ke langit dan berdiri tak bergerak seperti pohon kuno, tidak terpengaruh oleh pasir hisap yang gelisah di sekitar mereka.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Alfa selalu terlihat seperti seseorang yang tidak mudah ditebak, seperti halaman kosong yang sulit diterjemahkan meskipun sudah berulang kali dibaca. Ia terus mengamati Alfa dari kejauhan, menyadari bagaimana setiap gerakan kecil pria itu mampu menarik perhatiannya tanpa usaha. Bagaimana jemarinya dengan santai mengetuk-ngetuk bodi motor, bagaimana sesekali angin menerbangkan helaian rambut hitamnya, bagaimana sorot matanya terlihat tenang tetapi tajam dalam waktu yang bersamaan.
907 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status