Terikat Kontrak
“Hanya satu harapanku, jangan pernah menyesali anak-anak yang terlahir dari rahim wanita sepertiku.”
Dhananjaya terdiam sejenak, mencerna ucapan Indah dengan saksama. Entah mengapa, ia merasa tidak setuju. “Apa yang salah? Tidak ada bedanya kamu dan wanita lain,” tanyanya bingung.
“Aku sangat buruk. Semoga mereka tidak ada yang mirip denganku,” jawab Indah lemah, lalu tersenyum saat mengusap perutnya dengan sayang. Kepalanya kembali terangkat untuk menatap Dhananjaya. “Tentang foto, jika Pak Jay tidak mengizinkanku menyimpan fotomu, aku akan menghapusnya,” ucapnya tak enak.
Sikat na Kabanata