Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dear Joy

Dear Joy

“Nak Amel, Bibi titip Lara, ya. Lara enggak rewel, kok. Paling kalau nangis karena buang air atau haus. Untuk mengurus Lara juga sudah Bibi catat. Catatannya ada di meja. Cara buat susu dan lain-lainnya pokoknya ada di sana, ya.” Setidaknya, ada sebuah petunjuk. Aku harus berterima kasih pada Bibi Susana yang sudah mau membantu. Oh, seandainya saja di kota ini ada Muti dan Cintia. Aku jelas akan meminta bantuan pada mereka. Apa aku mampu menjaga seorang bayi seharian? “Mama memangnya pergi-pergi, enggak ada singgah sebentar, gitu?” tanyaku lagi.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Bersyukur Memilikimu

Bersyukur Memilikimu

"Gini amat jadi baby sister." Asna dan Reno hanya bisa menahan tawa melihat sang kakak itu. "Dede bayi mau bantuin kakak gak? Bersihin pupnya." tanya Reval, sang bayi membalas dengan senyuman (memperlihatkan gigi) ***** "Hati hati jalannya." Dirga kini mengandeng sang istri. "Gue gakpapa Dirga. Gak usah lebay deh." "Bukannya terima kasih udah di bantuin, malah dikatain lebay."
27.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Di layar tampak profil mungil dengan hidung mancung kecil, tangannya mengusap wajah sendiri seperti kaget disorot kamera. Nayara menutup mulutnya. “Mas, lihat dia ngusap pipinya.” Devanka tertawa pendek, gugup, matanya berkaca-kaca. “Anak kita malu difoto, Sayang.” Dokter tersenyum lalu menggerakkan alat. “Sekarang Baby B.” Baby B tampak lebih aktif. Kakinya menendang-nendang seperti sedang latihan karate, dan salah satu tangannya seperti melambai.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Bayi itu tertawa, tangannya mencoba menangkap mainan lain, matanya berbinar penuh semangat. Dinda ikut berperan, pura-pura panik, “Waduh, Han! Kita diserang balok-balok kecil! Cepat tangkap sebelum dia menang!” Rayhan pura-pura kewalahan, dan mereka berdua tertawa bersama. Bayi mereka ikut tertawa kecil, seakan menikmati “drama” kecil yang dimainkan orang tuanya.
88.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
SUAMI DARI ALAM LAIN

SUAMI DARI ALAM LAIN

Kupandangi bayi mungil cantik yang sedang menyusu padaku. "Nak, sabar ya, Papa pasti segera sembuh, dan Mama yakin, setelah ini kita akan bahagia," aku mengecup bayi kecil itu sayang. Seperti tau akan lara di hatiku, bayi kecil itu mengerjapkan mata cantiknya padaku. "Kak, sabar ya, saat ini Kak Bima harus memulihkan tenaganya, kalau tidak ...," Anima seolah enggan melanjutkan ucapannya padaku. Membuat rasa penasaranku membuncah.
1024.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 864 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Vitamin Stamina Pria di Laci Lemari Pembantuku

Vitamin Stamina Pria di Laci Lemari Pembantuku

Ia panik karena tidak bisa menyusui bayi Hana. "Bisa, Bu, sini saya bantu!" Batara menyingkir sebentar dari kamar. Pria itu keluar, memberikan waktu pada suster untuk membantu istrinya. Ternyata Batara bukan mau bersantai, tetapi pria itu pergi ke kamar Baim. Ia mengucapkan terima kasih pada putranya karena sudah berani mengazankan bayi. Baim pun tersenyum senang sekaligus merasa bangga karena merasa berhasil menjadi abang.
1026.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 980 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

panggil Banyu yang mengikuti gaya bicara bayi untuk menyapa Lila. Lila hanya tersenyum kecil. Tangannya masih terus melipat baju dan matanya sesekali melihat ke arah film yang ditontonnya. Melihat itu, Banyu membawa bayi kecil itu duduk bersama mereka dan menaruhnya di antara dirinya dan Lila. Anak itu terlihat menurut dan tenang saat disandarkan pada bantal duduk bayi bermotif beruang. Bahkan sesekali Raga tersenyum ceria, membuat Lila juga ikut tertawa kecil melihat bayinya.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Ikatan Hati

Ikatan Hati

Ah, bayi lucu itu melupakan orang yang hanya sekali–dua kali–di lihat. “Aw! Bian! Aunty kangen~” Sarah dengan girang mencubit pelan pipi gembung si bayi sembari mencondongkan tubuhnya. Sudah tidak kuat menahan gemas sejak melihat Bian sedang belajar merangkak tadi.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

"Gampang. Tutup muka kamu pakai tangan, terus buka sambil bilang 'cilukba!'." Adit merasa agak konyol, tapi ia mencoba melakukan apa yang disarankan Dinda. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, lalu membukanya sambil berkata, "Cilukba!" Reaksi Yoga luar biasa. Bayi itu langsung tertawa terbahak-bahak, sambil bertepuk tangan kecil dengan gerakan yang belum terkoordinasi dengan baik. Suara tawanya yang riang membuat ruangan terasa penuh kehangatan.
10595.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.9K kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

canda Langit. “Anjir, nggak gitu juga. Mana ada babi lucu.” “Ada tau, Bii. Babi yang pink itu kan lucu.” “Babi ngepet aja gimana, Ru? Menghasilkan uang itu malahan,” celetuk Gita. Biru yang kesal perkara babi mencubit paha gadis itu yang kebetulan berada di sebelahnya. “Sakit, anjir!” Perempuan itu mengelus bekas cubitan Biru. Biru menjawabnya dengan juluran lidah.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai dibantu bayi lucu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status