Bukan Mantan
“Aku gak bermaksud melupakan janjiku untuk meminang kamu. Tapi aku masih muda, Mbar. Aku masih ingin sukses. Makanya aku belum berani ke rumah kamu. Ditambah lagi masalah yang aku alami kemarin.”
“Itu bukan alasan kamu gak ada kabar, Ilo.”
“Aku tahu. Aku salah. Aku minta maaf.”
Aku memejamkan mataku, entahlah. Aku harus bersyukur atau bagaimana. Semua ambigu sekarang.
“Mbar. Ambar. Kamu dengar aku ngomong gak sih?”
“Aku dengerin, kok.”
“Mbar.”
“Iya.”