Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
Ia sendiri tidak jauh berbeda, kemeja sutranya yang elegan kini transparan karena air, menempel pada otot bahunya yang tegap.
"T-tidak apa-apa, Yang Mulia. Hanya sedikit dingin." sahut Nara, namun giginya yang bergeletuk mengkhianati kata-katanya.
Tanpa banyak bicara, Elian mendekat. Ia melepaskan jubah luar yang meski basah di bagian luar, masih menyimpan sedikit kehangatan di bagian dalamnya, lalu menyampirkannya di pundak Nara. Namun, itu tidak cukup. Dinginnya badai Aethelgard memiliki unsur magis yang bisa menusuk hingga ke ubun-ubun.