Takdir Dinda
Sedang melinting kapas ke sebuah batang plastik, tangannya begitu lincah mungkin sudah biasa.
Dinda memperhatikan. Inikah sang primadona itu, cinta sejati Angga. Lusuh, kucel, dan tidak mengurus badan.
“Berapa upah buat ini,” tanya Dinda mencairkan suasana.”
“Satu kilo dua puluh lima ribu, Kak,” jawab Chika.
"Ini Cutton buds kan."
"Ya," Jawab Chika.
“Sehari bisa berapa kilo,” tanya Dinda lagi.
Hot Chapters