Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DONT CALL ME DADDY!!!

DONT CALL ME DADDY!!!

Aku segera mengusulkannya kepada Ran. Lima belas menit kemudian, kami berdiri di luar sebuah Game & Manga Center. Depannya dihiasi dengan spanduk berwarna-warni yang menampilkan karakter-karakter anime populer, dan jendelanya menampilkan berbagai figurin, volume manga, dan barang dagangan video game. Pintu masuknya ditandai dengan pintu kaca besar, melalui mana interior yang berwarna-warni bisa terlihat.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku

Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku

Dari arah luar, gema lonceng darurat dari menara pengawas terdengar bersahut-sahutan dengan frekuensi yang konstan, mengirimkan gelombang kecemasan yang membuat bulu kuduk meremang. Sienna menarik napas dalam-dalam, berusaha meredam getaran hebat di lengannya. Ia bisa merasakan beratnya revolver perak bergagang gading, sebuah mahakarya mekanis modern yang kini tersembunyi di balik lipatan jubah wol tebalnya.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

ucap Jabrik dengan menunjuk sebuah tempat lapang. "Ba--ik, Bang," sahut Gondrong dengan suara terbata. "Sudah minggat sana, Lo! Lagian Sakti gak salah. Temen elu yang ganggu!" bentak Jabrik di telinga Gondrong. Sambil beringsut dan meringis menahan sakit, Gondrong dan Botak mulai meninggalkan tempat itu. Jabrik hanya berkacak pinggang. Melihat sampai anak buah Brewok berlalu dari hadapannya.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
Dokter, Jangan Gitu Dong

Dokter, Jangan Gitu Dong

“Iya, Tante! Dongengnya lucu-lucu ya!” Sofia mulai bercerita: “Dahulu kala,” Sofia memulai dengan suara lembut, “ada seekor kelinci bernama Kiki. Kiki ini sangat licik… tapi juga agak ceroboh. Suatu hari, dia ingin mencuri wortel milik gajah besar bernama Gomo. Tapi… eh, Kiki lupa kalau dia memakai sepatu terlalu besar! Setiap langkahnya, ‘KREEEEK… KREEEEK…’ bunyinya keras sekali. Gomo pun bangun dan menatap Kiki sambil berkata, ‘Hei, kelinci… sepatu besar itu milik siapa?’
10157.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai ding dong
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Akun Baru
Setelah kelar baca cerita yng berjudul, "Menjadi ibu susu untuk anak presdir", langsung lanjut baca cerita ini. pkoknya setiap cerita kk Liazta slalu bagus dn terbaik. Jangan lupa update setiap hari ya Thorrrrrr.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

NGUWIIWW! NGUUWWIIIWW! BIP! BIP! BIP! "Hah? Bunyi apa tuh?!" Mayang terbangun gelagapan, mendengar suara nyaring perpaduan sirine dan klakson mobil. "Aiissshhh!! Maafin aku, Mayang. Itu bunyi alarm ponsel aku." Gilang membuka matanya perlahan, kelihatan sekali kalau pemuda itu masih sangat mengantuk.
1046.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
Suamiku Dingin!

Suamiku Dingin!

Keyla menekan bell yang ada di dekat pintu. Apartemen nomor 901 dan beberapa saat kemudian perempuan usia tiga puluhan dengan rambut blonde dan mata hijau pun membukakan pintu. "Benarkah ini rumah Nn. Missy?" Darrel membuka pembicaraan dan perempuan itu tidak nampak kaget. "Mr ad Mrs. Douglas?" "Ya." Keyla menimpali.
1054.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
Brondong, I'm in Love

Brondong, I'm in Love

tanya Elang kepada Ayla. “Halo Lang,” sapa Ayla dengan suara yang mendayu. Elang yang mendengar suara khas diskotik dan menyadari suara Ayla yang berada dalam pengaruh mabuk pun langsung mengerti. “Aku kesana sekarang,” ucap Elang. Dan ia segera bergegas mengambil kunci mobil yang berada di nakas. “Kamu jangan matikan teleponnya sebelum aku sampai di sana!” pinta Elang yang masih tersambung dengan Ayla dalam panggilan.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Sebab, tak lama kemudian terdengar suara raungan Dongdongka. "Tobat tobaaaat, ya Gusti Agung! Kenapa aku belum modar juga!" Dan Dongdongka pun menangis seperti anak monyet kehabisan jatah pisang. -o0o-
99.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
Tambah Lagi Dong Pak Sopir!

Tambah Lagi Dong Pak Sopir!

Suara deru mesin mobil yang memasuki pekarangan rumah. Hujan deras di luar membuat suasana semakin dingin dan mencekam. Pintu utama terbuka, Bima yang melangkah masuk dengan setelan jas kusut, dasi yang sudah tidak beraturan dan rambut sedikit basah terkena tempias air hujan. "Loh, kok pulang ke sini, Bim?" tegur Ningsih dengan dahi berkerut.
168 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
DANYANG

DANYANG

Seseorang kemungkinan besar sedang berjalan dengan langkah yang tenang dari kanan ke kiri, menuju ke depan kamarnya. Saat suara itu terdengar lebih jelas, mata Dayu membulat. Suara langkah kaki yang tenang itu rupanya bukan hanya sepasang, tapi berpasang-pasang. Dayu bahkan mulai mendengar suara berdencing, seperti ada seseorang yang berjalan sementara di pergelangan kakinya terpasang gelang kaki dengan lonceng kecil, seperti yang biasa dipakai oleh beberapa penari dalam tarian tertentu.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai ding dong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status