Dendam Birahi Penakluk Hati
“Ayo Pa, Ma. Airnya diminum. Am mau mandi. Papa sama mama pakai kamar tamu saja dulu, biar Am minta tolong Mak Marni bersihkan dan pasang seprei.”
“Iya, Am. Apa baiknya sajalah. Oh iya, nama kamu siapa nak, cantik ya adik kamu, Al?” Nora sempat memuji Dinar. Gadis itu tersenyum malu, ada rona merah di pipinya.
“Panggil saja Dinar, Tante.”
“Cakep namanya. Seperti orangnya.”
“Kamu kerja di mana, Dinar?” Adam pula yang bertanya.
“Di toko buku, Om.”
Bab Populer