DAISY
Napas Daisy tercekat, ia hanya dapat menahan tangisnya, ia tidak boleh kelihatan lemah.
“Kau boleh menginap di sini satu malam, besok kau harus pergi dari sini!” tegas Bibi Calyn.
Daisy meremas dress yang ia kenakan, mencoba menahan sesak di hati. Ia merasa kakinya begitu lemas, tak cukup mampu untuk berjalan menuju kamar. Setelah kepergian Bibi Calyn, Daisy membanting tubuhnya ke sofa dan mulai terisak keras, sendirian.
Hot Chapters