Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HURT

HURT

Di belakang gadis itu, matahari perlahan terbenam. Menakjubkan. Indah. Kata-kata itu mungkin tak cukup untuk melukiskan apa yang tengah disaksikan Joon. Ia meraba-raba ponsel di saku celananya dan ketika menariknya keluar, ia mendesah kecewa. Ia lupa kalau sejak satu jam yang lalu ponselnya mati karena kehabisan baterai. Sayang sekali, padahal ia ingin sekali mengabadikan pemandangan indah itu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
Diabaikan Berujung Penyesalan

Diabaikan Berujung Penyesalan

Bagaimana mungkin dia tega melakukan ini kepadaku? Aku melangkah perlahan ke arahnya, dengan hati yang mendidih karena amarah, kemarahan, dan kesedihan yang dalam saat menyadari betapa aku telah dibohongi. "Jadi ini alasan kamu bilang nggak bisa datang ke pemeriksaanku hari ini?" Aku mencoba menjaga nada suaraku tetap tenang, tetapi amarahku meluap, tidak bisa kukendalikan.
37.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
SCANDAL

SCANDAL

Sayangnya beberapa kali panggilannya tidak mendapatkan respon dari Anna. "Brengsek," umpat Imam kesal. .
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
Gagal Move-on

Gagal Move-on

Meratapi kenyataan yang tak sesuai keinginan. “Aku kecewa sama kamu!” tiba-tiba suara Venus membuyarkan lamunanku. Ucapannya mengembalikan fokusku pada waktu yang sebenarnya. Waktu saat ini. Aku menoleh. Aku melihat Venus yang kini ikut memandangi foto berukuran besar itu. “Karena aku gak ada di foto pernikahan kalian?” tebakku kemudian. Venus membenarkan lewat anggukan. “Semua orang kecewa sama kamu. Kamu lebih mementingkan pekerjaan di hari spesial kakakmu satu-satunya,” lanjutnya bercerita.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
Happiness is Unwanted

Happiness is Unwanted

Gumam Audy lirih, Ia pun menepikan tubuhnya disebuah halte. Audy asal mengambil tempat duduk. Kakinya terasa ngilu setelah hampir setengah jam berjalan. Ada sebuah kegetiran saat Ia menatap layar ponselnya yang kosong tanpa notif chat dari Gerald. "Apa kau benar-benar melupakan aku?" batin Audy kecewa. Desahan nafas berat keluar dari bibir tipis Audy. "Baiklah, sepertinya kali ini perasaanku yang harus mengalah. Biarkan saja logika ku yang bekerja."
9.99.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
Penyesalanku

Penyesalanku

Nafsu sudah diatas ubun-ubun, tiba-tiba harus dipadamkan, nyesek banget rasanya, kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, merana. "Mas, maaf kita gagal lagi," lirih Uma, menatapku dengan wajah penuh penyesalan. . Aku hanya mengangguk lesu, menjawab ucapan Uma. Ah Via, kamu nggak tahu kebutuhan orang dewasa, rasanya tuh nyeri banget kalau tidak tersalurkan.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 738 kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
DISENTUH TANPA CINTA

DISENTUH TANPA CINTA

Baginya sekali didustai tidak ada maaf bagi para pengkhianat. "Bukan pelayan." Bapak Edi menggeleng lemah. "Lalu?" cecarku masih diliputi keinginan tahuan. Bapak Edi mendesah resah. "Semoga ini hanya salah paham biasa," ujarnya serius memindai. Binar mata yang tidak bisa kubaca. Raut mukanya terlihat sendu. Ada juga gurat kekecewaan yang kutangkap pada tatapan itu. Tapi, kenapa?
1057.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
Betrayal

Betrayal

gumam Callis saatmenghangatkan makan malam yang sudah mulai mendingin. Semakin mendekati batas waktu yang dibuatnya sendiri, semakin gusar pula Callis. Rasa lapar yang sedari tadi menggerogotinya sudah hilang. Kekecewaan mendalam dirasakannya sekarang. Tidak! Callis sama sekali tidak kecewa dengan Victor. Callis kecewa dengan dirinya sendiri. Harusnya, Callis tidak terlalu berharap Victor akan mengikuti keinginannya, mengingat Victor tadi terlihat sangat terburu-buru. Pastilah urusan itu sangat penting. “Maafkan aku karena sudah terlambat.”
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Sekarang, seakan tidak mendengar atau sengaja mengabaikan semua orang disekitarnya. Pikiran kacau, Aldian tidak bisa memahami perasaannya—lelah. Avina selalu menurut, tetapi kalau dibebaskan memilih sulit sekali didapatkan. Pembatalan Reza lakukan itu terhubung dengan pekerjaan, memang Dafian hanya membatalkan rencana pertunangan hingga keterikatannya lebih lanjut. Jalinan kerja sama dalam pekerjaan tetap diterima, mungkin Aldian kecewa dan marah, karena pilihannya ditolak oleh Avina.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai disappointment
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status