Hai Om, Aku Calon Istrimu!
“Kamu kalau main pasti kayak magnet keributan.”
“Bukan keributan! Itu namanya keceriaan!”
“Ya, ya, aku percaya.” Nada suaranya hangat, lembut, dan menenangkanku tanpa dia perlu berusaha. “Yang penting kamu senang.”
Aku mengangguk kecil meski dia tak bisa melihat. “Iya, senang. Tapi banyak juga yang bikin pusing.”
“Hm?” Nadanya melembut. “Nanti ceritain ke aku, ya, Sayang.”