Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bicara

Bicara

omel Salsa, tetapi hanya dibalas senyum singkat dari Misell. Bel pulang sekolah telah berbunyi sekitar beberapa menit yang lalu. Saat ini Misell berada di Ruang Diskusi bersama Gerald, Salsa, dan tim yang lain. Hari ini memang akan diadakan rapat perdana project angkatan. Gerald memilih tempat ini, karena dirasa cocok untuk kegiatan rapatnya kali ini. "Halo, selamat sore temen-temen semua! Sebelumnya, gue pengen ngucapin banyak terima kasih buat kalian semua, yang sudah bersedia bergabung di tim project angkatan kita," sapa Gerald selaku ketua tim.
7.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

Sebagian menganggap Catra hanya merasa iri dengan ketenaran Sena yang berhasil membuat dirinya dikejar banyak wanita. “Teman-teman coba perhatikan ke sini, ada yang ingin aku sampaikan,” kata Irma ketua kelas B di angkatan 2019 setelah Dosen baru saja keluar ruangan. “Mari kita berdiskusi tentang loka karya kita Minggu depan di Pantai Wangi,” terangnya. “Sial kenapa harus pantai!” gumam Sena. “Memangnya ada apa dengan pantai?” tanya Dimas heran.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Senja Pertama

Senja Pertama

“Apa maksud lo ngomong gini?” “Santai bro, gue cuman becanda,” kata Dendi. Dari kelima orang itu, memang Sendanu dan Dendi yang sering berselisih. Keduanya tidak pernah lama akur. “Bukannya emang bener Nu kalau selera lo sama Danang sebelas dua belas?” tanya Rizki. Sebagai satu-satunya orang yang tahu kalau Sendanu telah menjemput Nana, Sendanu tidak membalas lagi tuduhan Rizki.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

kata Kenzo sambil mengoleskan obat luka pada lutut Ayu. Mendengar jawaban Kenzo, Ayu menjadi tertawa. "Hahaha, apa kamu sudah buta sampai kotak di depan mata saja tidak terlihat? apa kamu butuh kacamata seperti nenek itu, Kenzo?" ledek Ayu sambil menunjuk pada nenek tua yang duduk di bangku seberang sambil membaca koran. "Hei, berhentilah menertawaiku. Aku begini juga karena tidak fokus mencarinya," ucap Kenzo membela dirinya sendiri.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

Ada senyum tersungging di bibir Varo mendengar ucapan Meera. “Ga usah takut sama aku, Ra. Aku udah jinak,” ucap Varo sambil melihat Meera di pantulan pintu lift. “Iya, aku tahu, kok,” ucap Meera lagi. Ia sedikit mencengkeram tas sandang yang dipegangnya, rasanya sangat canggung di dalam satu lift dengan Varo. “Memang ada acara apa sampai harus pulang cepat, Ra?” tanya Varo penuh selidik, matanya pun ia picingkan demi melihat gerak gerik Meera dari pantulan pintu lift.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Prinsif Izza. Awan menjadi gelap. Turun rahmat Allah lewat guyuran hujan yang membasahi bumi. Ciri khas bau tanah ini sangat Izza sukai. Kuliah sudah usai beberapa menit yang lalu. Lebih awal, karena dosen sedang ada rapat penting. Hanya memberikan beberapa penjelasan dan tugas, kemudian berpamitan dan bubar. Izza belum mengabari Pak Eman. Ia ingin menjernihkan fikiran dengan melihat hujan ditrotoar area tunggu Mahasiswa Garuda.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Di Balik Topeng Pria

Di Balik Topeng Pria

Terasa jauh sampai gue malas buat mengikis jarak itu. Sembari menghisap rokoknya Senja melanjutkan. "Lihat kelakukan lo yang mirip sama om bikin gue nggak aneh lagi. Cepat atau lambat Reno si bangsat bakal comeback kan?" Perempuan itu bahkan nggak pernah berubah sekalipun umurnya semakin tua. Senja selalu punya banyak sekali hinaan dalam mulut kecilnya. "Ada masalah?" Tanyanya sekali lagi setelah nggak dapat jawaban apa-apa. Gue memilih kembali meneguk minuman.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Malam nanti mungkin akan terjadi kembali. "Neng, sudah masuk. Itu ustadnya!" *** Gus Iqbal Tak ada yang tahu ... Bahwa senja yang terukir di Anyar, memanglah awal yang tak pernah terencana Aku melihat jalanan depan begitu ramai, seramai penjual yang dikrumuni para pembeli. Bukan, di sana bukanlah para pembeli yang sedang mengantri untuk memilih barang kemudian membayarnya pada penjual. Namun mereka semua berkrumun akibat terjadi sesuatu di sana?
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

tukas Arkan dingin. "Maaf, Pak Dosen. Bukan kawanan serigala. Wujud kawanan serigala itu jauh berbeda penampakannya dengan mereka semua. Lagi pula mereka semua kan tidak berekor. Kalau Ganteng-Ganteng Serigala seperti yang Saya tonton di televisi Pak Lurah sih, masih lumayan ada mirip-miripnya." Embun buru-buru menjelaskan maksudnya, karena merasa tidak enak. Dosennya sudah menyamakan wajah tampan para seniornya dengan wajah tirus dan seram kawanan serigala.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 805 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status