Jiwa yang Berbeda
Setelah makan siang selesai dan anak-anak berkumpul di ruang tengah untuk berdiskusi lebih lanjut, sementara Adrian dan Nafisa duduk di kursi rotan panjang favorit mereka di halaman belakang.
"Kita sudah sampai di sini, sayang," bisik Adrian sembari menggenggam tangan istrinya.
Genggaman itu kini terasa lebih hangat, kulit mereka telah bersahabat dengan waktu, namun detak jantung yang dirasakan masihlah detak jantung yang sama seperti saat mereka pertama kali bertemu kembali di dimensi ini.
"Iya, Mas. Sebuah perjalanan yang sangat jauh," jawab Nafisa.
ตอนยอดนิยม