Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

ajak Senja daripada waktu semakin berkurang, berdebat adalah hal yang membuang-buang waktu dan tenaga, tidak ada manfaatnya sama sekali. Pasangan yang terlihat baik malah menikmati pertunjukan perdebatan Amanda dan Bianca bukannya memisahkan. Senja lah yang sampai turun tangan. Pria ini bahkan sampai mengatai orang yang berdebat pada kondisi seperti ini adalah orang yang egois dan seperti anak kecil, jadi jika tidak ingin dapat hadiah, hubungi panitia dan memilih untuk pulang saja. Karena mereka malu pada Senja, akhirnya perdebatan selesai. Masing-masing dari mereka berpencar.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 795 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Menjadi Kekasih Bayaran Pak Dosen Dingin

Menjadi Kekasih Bayaran Pak Dosen Dingin

Ia tersenyum pada Fifi walau sebenarnya ia tidak yakin apa bisa mencur* waktu buat ngerjain revisi. "Oya, Ja. Jadwal kajian akhir pekan di masjid kampus Ustad Akbar. Jangan sampai terlewat." Fifi terkikik setiap melihat perubahan mim*k wajah Senja yang berbinar kalau mendengar nama ustad idolanya itu. "Iya, Fi. Kamu kan alarmnya aku,"balas Senja santai membuat Fifi mendecis. Mereka lalu menikmati siomay dan batagor yang sudah dipesan beserta jeruk panas.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Mr. Radhika

Mr. Radhika

“Mana bisa gitu? Bang Dhika cuman ngomongin masalah teori. Kehidupan itu selalu enggak terduga, Bang. Teori bisa aja salah.” Radhika melirik jam di dinding, sudah hampir pukul dua belas. Jika dia terus melanjutkan perdebatan ini, maka Senja akan tidur saat sudah subuh. “Iya, iya … udah cepet abisin susunya.” “Iya, Abang yang selalu sibuk.” Senja meminum susunya dalam beberapa kali teguk. Setelah selesai dia menyimpan gelasnya di nakas, lalu meminum beberapa teguk air putih. “Bang.”
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
My Handsome Partner

My Handsome Partner

Termasuk uang miliknya. Senja memesan nasi dan beberapa makanan sebagai lauk. Ibu Upe juga memesannya. Ibu Upe berbicara dengan bahasa daerah yang banyak digunakan oleh orang pedalaman, maka mereka tak banyak menanyai Senja berkat Ibu Upe. Walaupun Senja tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Saat melihat ke sebelah tempat duduknya. Senja merasa tak asing dengan orang yang duduk disampingnya. Ia berusaha mengingat dimana ia pernah melihat orang itu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

timpal Senja membuat Langit terdiam kaku, memandang Senja. Aku sayang sama kamu, Ja. Tapi, aku belum tahu rasa sayang ini hanya sebatas teman kecil atau lebih, batin Langit dengan pandangannya intens ke arah Senja. "Langit, jawab pertanyaan Senja!" bentak Senja menggerakan lengan Langit. "Aku nggak bisa jawab itu, karena topik pembicaraan kita bukan kesitu," katanya enteng. "Langit, pengecut," ejek Senja melipat tangannya, dan membuang muka dari Langit.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Tergoda Pesona Adik Ipar

Tergoda Pesona Adik Ipar

tanyanya, suaranya sedikit bergetar karena ada harap dan rasa penasaran yang bercampur. Sky lalu duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan Senja, posisi yang membuat suasana menjadi lebih intim dan nyaman. Ia menarik napas dalam sebelum mulai berbicara, matanya menatap langsung ke mata Senja, seolah ingin memastikan bahwa apa yang akan diucapkannya benar-benar sampai dan dipahami dengan jelas. Suasana senja di luar jendela seolah mengiringi ketegangan kecil yang mulai terbentuk di antara mereka. "Kamu nggak penasaran tentang pertengkaran malam itu?" Tanya Sky, pada Senja. Gadis itu langsung tampak sedikit gugup, jujur sebenarnya Senja sangat penasaran.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Para bintang tamu kemudian mengisi beberapa menit terakhir perjalanan dengan pembicaraan ringan, menciptakan suasana yang lebih santai dan akrab. Ira, yang duduk di depan, menoleh ke belakang dengan dagu bertumpu pada sandaran kursi, memperhatikan Senja. "Senja, bagaimana kamu merawat kulitmu dengan sangat baik?" katanya sambil mencolek pipi kanan Senja. Sentuhan lembut pada kulitnya membuat Senja tersenyum.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Status Janda, Bikin Resah!

Status Janda, Bikin Resah!

Naura cengar-cengir sambil nyamperin aku, "Hai, Siska! Lama nggak ketemu ya? Makin subur aja!" Aku akhirnya ngembaliin senyuman setengah hati, "Hai, Naura. Iya, lama banget. Kamu...kamu baik-baik aja? Kamu juga makin kinclong aja. Udah persis kaya cucian piring yang abis di bersihin!" Dia ngangguk sambil tertawa, "Bisa aja. Aku dari dulu emang udah kinclong. Gak kepikiran banget bakal ketemu kamu di sini."
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

“Mungkin karena dimensi ruang dan dimensi waktu itu memang sebenernya ada” Renata tergelak mendengar obrolan kedua sahabatnya. “Udah ah.. emang pada dasarnya banyak hal di dunia ini yang belum bisa digali oleh ilmu manusia” “Kamu bener Re, lebih baik kita fokus dengan tujuan awal, yaitu membantu Seno” Dylan tersenyum tipis, hatinya miris saat menyaksikan ketiga mahasiswi juniornya berdiskusi masalah Seno.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

"Muka kamu samar gitu, kayak bayangan makanya...." "Lah, emangnya mukaku kenapa, kok, disensor?" potong Juna. Ia mengikik geli setelah bertanya. Sangat lucu baginya membayangkan wajahnya pas muncul di televisi, tapi kena sensor sehingga tak terlihat, seolah membawa pengaruh buruk saja. Diva mengembuskan napas jengkel. "Bisa nggak disela dulu, nggak?" pintanya kesal. "Aku belum selesai ngomong kamu nyela terus."
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai diskusi senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status