KARMA
Namun, walau begitu aku tetaplah merindukannya dan berharap Mama segera kembali normal lagi.
*****************
Hari terus berlalu seiring berjalannya waktu, aku mulai bisa berdamai dengan keadaan. Mama kini berada di rumah sakit jiwa, kadang seminggu sekali atau dua kali aku menemuinya. Tidak pernah terpikir olehku sebelumnya, kalau ternyata keluargaku akan hancur dan berakhir seperti ini. Terkadang aku merasa hidup di dunia ini hanya sebatang kara. Meskipun ada Rara dan Mama Lirna, tapi rasanya begitu berbeda dan aku juga sedikit canggung. Menumpuknya masalah perusahaann setelah nama keluargaku tercoreng di kalangan para pengusaha, membuat otakku harus berpikir keras. Bahkan kesibukan ini
Hot Chapters