Obsesi Gila Suamiku
Jemari tangan kanannya mengetuk-ngetuk permukaan meja secara konstan, sementara ibu jarinya sesekali menyentuh bibir bawah—sebuah gestur tubuh yang selalu muncul setiap kali ia sedang menimbang sesuatu yang krusial.
Baru pada nada sambung ketiga, suara di seberang sana akhirnya terdengar.
"Halo, selamat pagi, Pak," sapa Dito.
"Kenapa lama sekali baru diangkat?" tanya Mahesa datar, langsung pada intinya tanpa ada basa-basi formalitas.
"Mohon maaf, Pak. Saya tadi sedang memimpin rapat internal tim, jadi agak terlambat mengecek ponsel," jelas Dito buru-buru. "Ada arahan penting, Pak?"