DOSA TERINDAH
“Usaha lagi. Dekati dengan hati, dengan ketulusan. Tetap lah dengan komitmen kalian, jangan buat dosa lagi. Jika kamu tak bisa mengambil hati orang yang sudah melahirkannya. Pinta dia pada Pemilik nya. Pemilik yang sesungguhnya. Rayu dalam doa, rayu Sang Maha Membolak-balikkan hati agar memuluskan jalanmu.”
Hatiku bergetar mendengar kalimat Kak Dian.
Isi pesan dari Aya siang ini membuatku membatalkan beberapa rapat penting.
[Ibu ngedrop.]
[Sekarang lagi dibawa ke UGD.]
Dua pesan yang dikirim Aya membuatku buru-buru memberikan arahan kepada beberapa bawahanku untuk menggantikan perkarjaanku, lalu melajukan kendaraanku ke rumah sakit.