Pelukan Hangat Tuan Presiden
Karina perlahan menoleh, menatap Sera dengan tatapan memohon yang sangat kentara, seolah seluruh masa depannya sebagai calon dokter kini berada di ujung lidah sang Ibu Negara.
Sera menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Saat monitor pasien mendadak flatline, fokus saya sepenuhnya beralih ke pasien, dan saat diminta melakukan RJP, saya tidak melihat apapun di sekitar, saya hanya fokus pada prosedur RJP yang saya berikan, Dok.”
Dokter Adriani mengangguk-angguk, mencatat sesuatu di lembar berkasnya. "Lalu tentang botol vial yang jatuh? Apa mungkin disengaja?"